Want one? Go to www.friendster.com/myrainyday



Bad_Days
March 25th 1984  (Age 25)
Male
Stone City

<< February 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28


Free chat widget @ ShoutMix
Google
 

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Sunday, September 14, 2008
YANG TERSISA

Aku tak lagi peduli
Bilamana tak ada yang mengerti
Biar saja aku mati oleh sepi
Sendiri menikmati indahnya mimpi
Sendiri merasakan luka hati
Mengenang engkau yang telah pergi

Batu, Awal Juli 2005

Posted at 10:37 pm by Bad_Days
Make a comment  

Tuesday, July 29, 2008
BADAI CINTA

Sejauh aku berlari
Kemanapun aku pergi
Dimanapun aku bersembunyi
Bayangmu masih saja menghantui

Tanpamu ada di sisi
Hidupku seakan tak berarti
Sebagian jiwaku serasa mati

Malam malam aku terjaga
Meraba perihnya luka
Menahan sesak di dada
Semakin aku bermandikan air mata

Aku berdoa
Semoga ini hanya mimpi buruk semata
Esok kala aku membuka mata
Setia cintamu masih utuh tersisa

Dalam sepi, 29 juli 2008
Kucoba untuk tetap setia mencintaimu

Posted at 05:19 pm by Bad_Days
Make a comment  

Tuesday, June 24, 2008
Sejak Kau Pergi

Semenjak kau pergi
Sebagian jiwaku mati
Sepi senantiasa menghantui
Hidupku tak lagi berarti


Semenjak kau pergi
Tak ada lagi yang peduli
Tak ada lagi yang mengerti
Aku terasing di duniaku sendiri


Aku terbujur pada dingin dan gelap
Hanya bisa meratap
Hanya bisa mengharap


Tak bisakah kau kembali
Mengusir perihnya sunyi
Hapus Pedihnya sepi
Bangunkan aku dari mati suri


Malang,  24 Juni 08
Setelah Kau pergi, Apalah Arti Hidupku Ini



Posted at 12:13 pm by Bad_Days
Comment (1)  

Wednesday, June 18, 2008
Bimbang

Di atas bumi kita berpijak
Di atas bumi pula kita terinjak

Mereka yang bergerak
Mereka yang meninggalkan jejak

Seperti awan berarak
Tak pernah terkuak
Tak akan pernah terkoyak

Malang, 18 juni 2006
Saat terengah oleh kebimbangan

Posted at 01:16 pm by Bad_Days
Make a comment  

Tuesday, May 27, 2008
PENANTIAN TANPA AKHIR

Bidadari.....
Lama sudah kau pergi
Hingga aku terbiasa sendiri

Bidadari....
Lama sudah aku menanti
Sampai jenuh mentari menyinari
Sampai enggan bulan menemani
sampai bosan hujan menyirami

Bidadari.....
Biarlah aku seperti ini
Karena ku tahu pasti
Cinta sejati pasti akan kembali

Malang, 27 mei 2008


Posted at 09:30 am by Bad_Days
Make a comment  

Wednesday, April 16, 2008
MENJADI MATAHARI

MENJADI MATAHARIApr 15, '08 9:54 PM
for everyone

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.

Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat
terus bersinar indah dan dikagumi.

Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.

Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.

(inspired from Agnes Monica Song, Matahariku)

Posted at 09:27 am by Bad_Days
Make a comment  

Friday, February 08, 2008
AKHIR CERITA

Sayapku patah
Kakiku berdarah
Lukaku mengubah nanah
Aku tak lagi bisa melangkah
Tubuhku semakin lemah
Aku menyerah
Kalah.....

Batu, 08 februari 08
(Masih terluka olehmu)


Posted at 12:41 pm by Bad_Days
Make a comment  

Monday, January 28, 2008
AKU

Sayang.....
Aku bukanlah seekor kumbang
Menghisap madu pada tiap kembang

Sayang.....
Aku juga bukan seekor kunang-kunang
Berkemilau indah seperti bintang

Sayang....
Aku hanyalah sebuah ilalang
Sejummput rumput di padang gersang

Batu, 28 Januari 2008
Aku sadar perbedaan kita terlalu jauh sayang. Namun apakah salah aku mencintaimu
?


Posted at 10:39 am by Bad_Days
Make a comment  

RAPUH

Dinda....
Disini aku (masih) berduka
Mengemban lara
Memendam rasa
Saat engkau tiada

Mengenang saat dulu kita bersama
Bercanda mesra
Bagai kekasih yang lama tak bersua

Sekarang aku hanya mengelus dada
Mencoba memahami luka
Kian lama kian menganga

Bilamana cinta tak harus memiliki
Aku memilih sendiri
Menanti...
Sampai kau kembali
Sampai kau mengerti
Cinta ini senantiasa bersemi abadi
Dinda......

Batu, 27 Januari 2008
Maafkan aku yang terlalu mencintaimu


Posted at 10:28 am by Bad_Days
Make a comment  

Monday, December 03, 2007
SEBUAH PERISTIWA DI HUT KEMERDEKAAN


Di mana-mana merah putih berkibar. Seorang gelandangan tua menghirup udara pagi dalam kebaruan hari yang mencengangkan. Tiba – tiba saja ia ingat dengan jernih sekali sebuah peristiwa dari banyak peristiwa yang telah terlupa selama sekian puluh tahun. Telinganya seakan menangkap suara letupan senjata. Di Bekasi dia ditangkap karena mengibarkan bendera merah putih pada sebuah tiang kerekan burung. Dia tidak sadar benar apa yang mendorong dia untuk berbuat nekad ketika perkampungan sudah jatuh ke tangan kompeni, dan kawan – kawannya sudah kabur semua.

Serdadu – serdadu belanda menyeretnya sepanjang jalan becek, dan dia tidak henti – hentinya berteriak "Merdeka....!" Sehabis – habis suaranya. Di sebuah rumah dia dihajar sampai bengkok kakinya, sampai rontok gigi – giginya, sampai patah tulang iganya. Semua pertanyaan hanya dijawab dengan kata: "Merdeka!" Sejak hari itu dia tidak tahu bagaimana dia masih bisa bernafas sampai sekarang.

Orang – orang tak ada yang peduli tentang dia. Karena tubuhnya kotor dan bau. Karena kakinya pincang. Karena rambutnya yang panjang bergumpal – gumpal oleh tanah dan kotoran. Karena sepintas kilas orang yang melihatnya akan menyebutnya lelaki gila. Akan tetapi pagi ini benar – benar berbeda dengan pagi – pagi sebelumnya , dan tiada yang tahu bahwa orang gila ini sudah waras kembali.

Ia tiba di luar pagar sebuah sekolah dasar inpres bertingkat tiga yang sedang melaksanakan upacara, ia ikut menyanyikan lagu Indonesia raya dengan lantangnya. Suaranya tinggi dan melengking.Tubuhnya berdiri tegap dengan posisi menghormat. Kepalanya tengadah menatap merah putih yang dikerek anak – anak sekolah. Orang – orang yang lewat dan menyaksikannya tersenyum – senyum. Orang – orang yang melihatnya merasa lucu, tidak ada yang merasa bangga.

Selesai upacara anak – anak sekolah bubar. Lelaki gelandangan ini menatap wajah – wajah anak sekolah yang ceria karena mereka telah diperbolehkan pulang. Lelaki ini mengangguk – angguk dengan kagum menatap tunas muda harapan bangsa. Dalam hati dia berkata: "Oh, tanah air tercinta. Ternyata kemerdekaan telah berbuah banyak. Banyak. Banyak....."

Disusurinya sepanjang jalan Mataram – Salemba, lelaki tua yang baru terbangun dari tidur panjangnya ini menyebut nama Tuhan berulang – ulang. Merah putih berkibar dimana – mana, seakan – akan mengucapkan selamat pagi padanya. Jalan raya lebar dan licin, penuh kendaraan simpang siur. Gedung – gedung di sepanjang jalan berdiri dengan megahnya. Di persimpangan jalan depan sebuah rumah sakit, lelaki tua ini berjumpa dengan seorang polisi lalu lintas.

"Merdeka....!!!" Seru lelaki gelandangan ini.

Polisi lalu lintas itu hanya menggeleng – gelengkan kepala seraya tersenyum kecil.

Gelandangan itu merasa tersinggung karena polisi tersebut tidak menjawab salamnya. Dengan wajah keras dia mendekati polisi tersebut dan mencekal kerah bajunya. "Apa pangkatmu...?" Tanyanya membentak.

Polisi lalu lintas itu kaget bukan main dan menepiskan tangan si tua yang telah lancang berani mencekal kerah bajunya.

"Pergi kau....!!!" Hardik polisi itu sambil mundur beberapa langkah.

Tapi lelaki tua itu kian mendekat.

"Edan...!" Maki polisi lalu lintas itu sambil berlari ke arah motornya yang dia parkir se-enaknya di pinggir jalan. Lalu dia kabur dengan motornya.

Orang – orang yang menyaksikan kejadian tersebut hanya senyum – senyum saja. Lelaki tua tersebut memaki tak jelas dan kemudian melanjutkan langkahnya. Dengan seenaknya ia menyeberang jalan. Sebuah taksi hampir saja menabraknya. Sopirnya menjulurkan kepala dan membentaknya. "Mau mampus Loe, Monyet.....!!"

"Merdeka...!" Jawab lelaki tua itu sambil mengacungkan tinjunya ke atas dan meneruskan langkahnya dengan gagah. Lewat universitas Indonesia. Dekat sebuah pompa bensin, lelaki tua itu berdiri tegak menatap sebuah bajaj yang mogok. Pengemudinya sedang membetulkan mesin. Mata lelaki tua itu menatap pada gagang kaca spion bajaj, dimana ada merah putih kecil tergantung di situ. Kemudian ia mendekat, menengok wajah sang pengemudi bajaj yang tertunduk asyik bekerja. Matanya menangkap wajah muda dua puluh tahunan. Dan hatinya berbicara: "Mobil – mobil sedan lewat sedemikian banyak, tak satupun ada bendera merah putih kecil padanya. Tapi di satu kendaraan kecil ini aku jadi terharu. Oh, sopir muda engkau membuat aku menjadi bangga," Maka lelaki tua ini menyentuh lembut punggung anak muda tersebut. Anak muda sopir bajaj ini menolah.

"Merdeka.....! Salam sang lelaki tua.

Si sopir muda yang sedang kesal itupun menjawab, "Merdeka kepala loe Bejad! Orang gila pake macam – macam segala!"

Lelaki tua itu menyandarkan tubuhnya di badan bajaj.

"Pergi sana!" Usir sopir bajaj.

Lelaki tua itu menatapnya dalam – dalam. Pemuda sopir bajaj itu menjadi kesal dan mengusir lelakli tua itu lagi. Akhirnya lelaki tua itu menjauh juga, berjongkok kira – kira lima meter jauhnya dari bajaj. Sopir bajaj itu kembali meneruskan kerjanya membetulkan mesin bajajnya.

Tak lama kemudian mesin bajaj itu berhasil dihidupkan. Sopir bajaj itu menarik nafas lega dan membetulkan perkakasnya. Lelaki tua itu berdiri dari jongkoknya, memperhatikan sopir muda itu. Tiba – tiba saja mata lelaki tua itu menyala dengan tajam sekali. Dengan satu teriakan keras, dia berlari dengan cepat sekali. Cepat segala sesuatunya terjadi. Lelaki tua itu menghajar si sopir bajaj. Pergumulan terjadi tanpa si pemudai sopir bajaj mengerti duduk persoalannya. Dan dia mati dicekik lelaki tua itu. Orang – orang yang segera berkerumun tak kuasa melerai. Semuanya sudah terlambat.

Keesokan harinya koran – koran memberitakan peristiwa itu, tetapi tidak ditulis dengan besar – besar. Pembunuhan di ibukota ini bukan lagi peristiwa hebat, apalagi korbannya cuma seorang sopir bajaj. Dan dalam berita singkat itu diceritakan bahwa orang gila yang mengamuk tiba – tiba, dan kebetulan si sopir bajaj sial itu yang menjadi korbannya.

Orang – orang tidak ada yang tahu bahwa lelaki tua itu membunuh si sopir bajaj karena kemarahan yang luar biasa hebatnya. Selesai membereskan perkakasnya, pemuda sopir bajaj itu membersihkan tangannya yang hitam penuh oli dengan bendera kecil di kaca spionnya...!!!

Agustus 2001
Buat Pahlawan Yang Dilupakan


Posted at 02:37 pm by Bad_Days
Comment (1)  

Next Page